Showing posts with label dasar oon. Show all posts
Showing posts with label dasar oon. Show all posts

Friday, August 23, 2013

Undies?

Okay. I left abandoned this blog for a little too long. Webs could be every inch on the wall, if this were a room. I get it now, that saying that as we step into another pace of life, nothing will ever stay the same. True. This blogging activity, for instance. If you notice.

It has been some times that I thought about writing posting again. Sometime I had it all in my mind--everything that I was going to write about. However, whenever I sat with my laptop on, everything I had in mind just... evaporated that easy.

Anyway, tryna post some thoughts again tonight. Let's see if I'll make it thru or not. Hmm... I'll probably start with this one.

A little clarify: I might be a muslimah who wears hijab but I'm still a free-spirited writer--umm, blogger.

I once read about a quote saying that whenever a girl wear the same undies colour--top and bottom--unintentionally, then she'll know that day is going to be her super fine day. So that day, I wore the same undies colour. I was thinking that day was gonna be bright or something but it was just the same ordinary day. The first time I realized I was wearing matching colour I was like "whoa they match! Yea baby, my day's gonna be so damn fine!" but at the end of the day, I realized nothing to be wow-ed about.

The only thing I fully understand about undies is that women really have to wear em every day in the most comfortable way. Hmm... if matching colour undies help women to elevate her comfort... hmm... probably that's what the saying tries to say. If women feel comfort with everything they wear, then the day will be just fine, no? I see the point.

Okay. Since by the time I'm writing typing this post I'm sick--been having a bad flu. Plus migraine. Now I feel like something's been pounding on my right head and I'm currently gasping for air by my mouth cos I can't breathe normally thru my nose--so I think this is it my post.


Ha-ha. First come-back post and I'm talking about undies. -_-

Monday, December 31, 2012

Boy adalah Kucing yang Punya Banyak Kesibukan

Boy. Seekor kucing pejantan tampan ras anggora berwarna hitam-putih, berumur 3 tahun (dan akan segera berumur 4 tahun pada 2013), adalah kucing yang punya banyak kesibukan.

Tampang si Boy, kecapean karena terlalu sibuk.


Di pagi hari, jam 6 pagi, dia bertugas membangunkan majikannya, lalu minta makan.

Jam 7 pagi, saatnya dia minum susu.

Jam 8 pagi, setelah dia melahap kudapannya, dia harus menjaga teritorial kekuasaanya dengan berjaga-jaga di depan pagar rumah.

Selain berjaga-jaga, dia juga harus pipisin beberapa tembok, pagar, dan ban mobil untuk memperluas wilayahnya.

Apabila ada pejantan lewat, diharuskan melapor padanya.

Apabila ada anak kucing lewat, maka harus bermain dengannya.

Apabila ada betina lewat, maka........................ :3

Jam 10 pagi Boy pulang dari kegiatannya menjadi satpam bagi areanya sendiri. Lalu melahap kudapan, minum susu, dan minum air putih se-gayung. Maksudnya, air yang disediain pake gayung. Boy gamau minum air putih yang disiapin di mangkoknya. Boy harus minum air dari gayung. Setelah minum, lalu ia bersantai-santai di halaman belakang.

Kemudian, pada jam 11, Boy akan tidur siang.

Pada jam 12 atau jam 1, ia akan pindah ke kamar mama, atau ke kamar kak Aldi, atau ke kamar kak Rama untuk melanjutkan tidur siangnya di kasur.

Bobo di kamar mama.

Bobo di kamar kakak.


Jam 3 ia bangun, lalu makan siang dan minum susu. Lalu tidur lagi.

Sejam kemudian ia akan bangun, lalu bersantai-santai di teras depan atau di halaman belakang. Apabila cuaca panas, ia akan tidur lagi. Bila mendung, ia bermain sebentar.

Si Boy, bersantai-santai di teras depan sambil tetap memantau.


Jam 5 ia keluar lagi. Eek, pipis, main, jaga wilayah, pipisin tembok atau pagar, dan berjaga jaga lagi sampai jam 6.

Kadang Boy harus ke genteng, memastikan tidak ada pembelot yang merusak area kekuasaannya.

Jam 7 waktunya kudapan dan berkumpul dengan majikannya. Jika ada cicak, Boy akan mengejar dan memakannya. Bila majikannya membeli martabak keju ia pasti minta dan melahap satu potong martabak yang kejunya paling banyak. Boy suka keju. Apalagi martabak keju.

Boy, manja, makannya minta disuapin.


Jam 10 ia siap-siap tidur dan minta dikelonin sama majikannya lagi. 

Begitulah keseharian Boy si kucing. Sangat sibuk.

Boy si kucing tampan :3

Wednesday, August 22, 2012

A Finally-Published Letter Draft

Dear My Future Husband,

Man, you won't regret getting me as your lifetime partner. I've been so ugly far before I met you, then I got prettier (not that I'm 'that' pretty but just better than I was), I cover the beauty I have with this coloured veil. It's all for you. I only want to look pretty for you.

My man, you will be pleased having me as your housewife. I've been given a big responsibility as the first child, the eldest sibling. I am independent. I don't like the idea of being a spoiled girl because it's just not how a big sister behaves.

Even though I cannot guarantee our life will always be happy, but I guarantee I'll try my very best to make our life happy. It's not a guarantee either that we'll have a happy story, but I know we'll write a story of happiness, you and I.

My cooking will never be as good as your mother's, darling. But I want to learn cooking. Our cooking will never stand as equal but I wish it'll be nearly good as your mother's.

Dear, raising our kids will never as easy as we plan. So too building our home: to furnish it with stuff and spirit. It won't be easy too to manage cash. You know what I mean, dear. The ups and downs, as long as you love me, I'll fight for you.


My Dearest Future Husband,

I wish the next Eid we could meet up and celebrate it together. I've been longing for that.


My Lifetime Partner Dear,

Where in the world are you now?


Written: August 18, 2012
The Last Night of Ramadhan.
Syawal 1433 H night eve.
With the wish to be in your arm, my dear future husband.

Thursday, July 19, 2012

Dikejar 'Deadline'

Sore ini gue beserta cewek-cewek gue main ke salah satu tempat di Kemang. Sebut saja Seven Eleven Codefin (itu mah sebut lokasi beneran fan -___-). Dengan gaya bak teenager, kita beli cemilan-cemilan dan tak lupa disertai keju sevel yang merupakan satu-satunya produk gratis yang bisa dinikmati di Ibukota.

Awalnya kita ngobrol mulai hal-hal yang ringan dan bersifat ke-kuliah-an. Misalnya, bahas Icana yang baru aja semhas, Rina yang lagi nungguin telfon dari kampus untuk kabar jadwal semhas, Tika yang baru memulai nyusun skripsi, dan gue yang (terpaksa) menunda sidang sampai bulan September. Itu baru awalnya. Akhirnya?

Before going to the end, it's just something you might need to know that we (especially me, Icana, and Rina), twenty-something ladies, actually have been thinking of... you know... having a "settle" life. Like... finished the bachelor degree, working on a carrier, meeting a man--the gentle one, and yup, I suppose you can already guess! It's getting married.

I know, it's harder to act rather than saying it. Example, marriage is not always as happy as it is crossed your mind. Belajar dari keluarga kakak sepupu gue dan kehidupan rumah tangga nyokap-bokap gue sendiri, gue paham betul kok "pernikahan" itu bukan sesuatu yang gampang. Dan tidak sesempurna saat kita menulis cerita tentang a happy marriage. Theory is never happening in real life *I'm so skeptical.

duh kok berat amat ya omongannya? S.E aja masih September. belom cari kerja, belom beli mobil sendiri. dan belom juga dapet calonnya! *jleb*

Anyway. I don't think it's wrong for me (and my friends or even you) talking about marriage.

So, Icana bilang gini sore tadi: "Gue tuh maunya yang serius, Fan. Kalo untuk pacaran lagi kayaknya gue males deh, buang-buang waktu. Ga jelas pacaran tuh sebenernya mau dibawa kemana hubungannya. Mau main-main, apa mau serius. Gue udah capek kalo buat main-main aja."
Ada benernya sih. Pacaran lama... say, 5 years or perhaps 7 years, but when you're not going anywhere but staying there... well... I don't think it's a serious relationship.

Lain lagi Rina, yang males memulai dari nol untuk kenal sama pria baru sampai akhirnya menjadi 'sesuatu'. "Gue males sih mulai lagi dari awal..." Selalu itu kalimat yang jadi alasannya kalo gue suruh kenalan sama orang baru. Dan gue pikir, bukannya dia ga mau kenal sama orang baru. Mungkin belum saatnya aja dia bertindak untuk kenalan. Lagipula, udah kurus dan makin cantik gini pasti nanti banyak yang in line dibelakang lo minta nomer lo and call you maybe, Rin. Azeeekk :D

Kalo Tika sih katanya santai kalo soal jodoh. Uni yang satu ini mungkin bakal dijodohin kali yah? Hihi :p Tapi bener loh. Jodoh itu kan udah ada yang atur, ya gak?

"Jodoh itu di tangan Tuhan. Jadi kita harus ambil jodoh kita dari tangan-Nya."

Kalo lo, Fan?
Gue? Hmm... gue selama ini udah cukup digantung-gantung, diombang-ambing ga jelas *sambil kemudian lagu mau diibaaawaaa kemanaaa hubungaan khithaaaaaaaa terngiang*. Gue mungkin sama seperti Icana. Pengennya settle dalam suatu hubungan yang bisa dibawa ke pelaminan *aiiihhh mimisan*. Tapi kalo emang jalannya gue mesti terombang-ambing dulu atau naracap dulu ya... itu kan jalannya. I don't set how it would be. I just set "my time" to be.
#curcol


Me - Icana - Rina


Hmm... dikejar 'deadline' kah kami para ciwi-ciwi yang baru akan diwisuda November ini? Kita udah mature-kah? Adult? Atau hanya emosi dan angan belaka? Pengharapan?

Snow White could dream of having her Prince coming to kiss her awake. Cinderella wished to have a Prince that could save her form her step-mom cruelty. Princess Viona has waited long enough to finally met Shrek who kissed her curse away. So, me dreaming away for my future gentleman who will spend our lifetime with, to be my imam, to cook him dishes, and to be his only one spirit, has never seemed to be a problem.

But then a question appears: Who?
Remains a mystery.


"Ya Tuhan, jodohku turunin dong, jangan dipegang mulu..."

dream wedding: sea side...

Thursday, April 05, 2012

The Cost of Beauty

The only thing I need right now is to talk to you. However, I don't recognize that it's your need too as I do. I want to talk to you so bad. Telling you the stories.

The story of that expensive price I paid today. The hurt I experienced. The sickness. The hunger. Anything not cool at all. Do you know why I paid all the prices above? Simple cause I want to be pretty. In order to impress you.

Please, don't talk about how I am supposed to enjoy me the way it is, if you never have that guts to say when somebody couldn't love you the way you loved him in return--all just because you're visually imperfect. And please, shut your fcuking mouth up if people around you never look you in the eyes of oh-hunny-you're-almost-look-like-a-giant-hippopotamus. And don't say it--say how I'm supposed to be happy with all I am--if a friend of yours doubted that you can actually dance the Balinese dance!

So if you have that kind of manner, that might be polite if you just shut up and smile. :)

Oh yes. I still want need to talk to you. Not just to rewind what I've gone through but also to know how the hell are you today. A bit messed up, I can see that. But how could we don't talk to each other these past days? Oh, oh, wait! That must be it! You must be very busy, eh? Yeaaa I knew that! Hahahaha yeaa, of course! How come I'm asking you why if I already knew why? I'm a fool, my bad.

So now the lights out (AGAIN, grrrr) and... I don't know. Perhaps there exists a little bit of correlation between the sudden lights out and the need to talk to you even more. Whatever.

Yup. We girls, would thrilled to do anything, to pay any costs, just to hear the word pretty or beautiful or wonderful from the lips of the one she loves. I guarantee.

Girls, I know we can pay anything to get that. But note this: don't do stupid to achieve it. It will cost you today, and tomorrow.

I know, theory is so damn hard to apply and I know, words only play the role as words.
However, nothing's wrong if you (try to) love yourself :)



If only........

Sunday, February 05, 2012

Y = C + S

Hello there.

You know, if you took a Social study on your High School, you would absolutely notice about this simple economics pattern:


where:
Y stands for your Income, C is for Consumption and S is for Savings.

And as we--or probably you who are studying economics--know that economics assumes so damn much, so here I will assume that Y is the amount of money I earn from my dad every month (I will not jot the amount here, uh oh. No.) and C is the amount of consumption I will spend every month; whereas S is... umm... is... ....

S stands for...

uhh...

Okay. I don't save money. There I said that italic.

Well literally I did save money. But my savings go easily for a branded shoes or a branded bag or a branded clothes. On a sale. Like end year sale or you know... sale sale. Because if I bought those stuff on normal price, well, it's just so not economy. You know, spend small - get big, sacrifice a few - earn more. That is the tagline of economics. So basically, that branded bag--even if it's on a sale--makes me have nothing to save.

Economics also taught me about scarcity. Scarcity is a basic economy problem where what you want and what you need is limited to the resources.


The first lesson of economics is scarcity: There is never enough of anything to satisfy all those who want it

Thomas Sowell


Thus, I realise I always have this one limit that I certainly meet every time I'm on a sale. A budget constraint.

A budget constraint means I'm in a short position. For example like when I went to a shopping centre with a shopping mate of mine (oh yea, with this post I wrote and you are currently reading, I am apparently showing you that... well... I kinda have that shopaholic soul. Kinda. Like a bit of it. Not like I'm a shopaholic shopaholic but I'm just a sort of it. Whatever.) I intended to buy those two things. But in the end I came home with only one stuff just because I couldn't afford those two prices at the same time. I came home with a grin and a sigh.

Sigh.

And for me, I am now proudly assuming that S in that pattern I showed you above stands for SALE!

Yeeaaahhh!! I made my own economics pattern! Yeaaaahhh how cool is that, huh??!! (OK I get it. I'm so lame.)

So, here, lemme explain to you a brand new pattern of economics for a shopaholic shopaholic:



Where:
Y = the money you get from your dad
C = bucks (or in this case, Rupiah) spent for every day meals as you're away from home (ngekos)
and...
S = Shopping or simply, SALE!!!

And please do note that this pattern only available to students.


Yeaahhh!! How cool is that, huh?!! \m/


Yea I'm feeling over-lame. Don't you dare stare at me like I'm the poorest and the lamest and the most over-ngenes lady in the entire world, okay.



Why am I even doing this economics-related post? I believe this is the side effect that I'm going to write my very own final thesis. And umm... I don't know. The idea of writing such a post just crossed my mind like... BUZZ! and I write this quite smooth. And I really want to deliver some value to my readers, not only a story of mine. So... I hope you'd enjoy. Hehe :D

Monday, January 30, 2012

Kotak, Putih, Besar, Ajaib!

Halo. Aku Boy Sitampan. Udah pada tau doong? Aku adalah kucing anggora jantan yang paling ganteng se-RT.

Di rumah, aku punya satu benda ajaib. bentuknya kotak, tinggi. Warnanya putih dan guedeeee banget. Berkali-kali lipat gedenya dibanding aku. Bukaan, bukaan, itu bukan kotak berjalan (kotak berjalan = mobil).

Tapi ini adalah kotak ajaib. Masa, setiap kotak itu dibuka sama kakak atau mamah aku, bisa keluar susu, keju, ayam, sosis, ikan, dan kue kue enak lainnya. Ajaib kan?? Setiap aku mau minta susu sama kakak, aku tinggal tunggu aja depan kotak itu. Terus kakak bukain deh kotaknya. Keluar deh sekaleng susu bear brand kesukaan aku. Yuummm!

Terus pas aku lagi nemenin kakak di dapur, aku sering liat kakak mondar mandir ke kotak itu. Dibuka, terus keluar deh ikan, ayam, sosis...... aduuhh aku jadi pengen makan ikan.

Aku kan suka penasaran, ada siapa sih di dalem kotak ajaib itu? Kok dia bisa ya masuk kesitu dan sediain segala macem makanan enak? Jadi, aku masuklah ke dalem kotak itu pas kakak lupa tutup pintunya. Ternyata ga ada siapa siapa loh! Tapi ada banyak makanan dan kue enak. Ajaib!

Disitu ga enak. Sempit dan dingin. Walaupun wanginya sedap karena ada ikan, tapi tetep aja aku ga suka masuk ke kotak itu. Tapi aku tetep suka sama kotak itu. Abisnya setiap dibuka, ada susu, ada keju, ada kue..... ah aku jadi pengen makan keju lagi.

Ini adalah bukti tanda kebesaran Tuhan. Dengan adanya kotak ajaib, aku selalu dapet susu dan keju.
Dan ikan.
Ayam.
Sosis.
Kue kue enak.........

Monday, January 23, 2012

over-creative? over-thinking? atau... over-ngenes?

hai.
nama gue Diofany Hervilita. panggil aja Fany. walaupun beberapa orang memanggil gue dengan nama nama kesayangan mereka seperti nak, kakak, diop, funi, mak, bahkan dugong (?!!!!) but anyway. just call me fany.

do i really need to state all that statement anyway??!

gue adalah mahasiswa semester 8 sekolah (ya, sekolah. bukan universitas) ekonomi perbankan yang masih belum ada niatan untuk mikirin skripsi. padahal deadline nya pertengahan februari untuk ngumpulin proposal. sebenernya ada siih, satu proposal yang udah di acc hasil kuliah metolit di semester 6 lalu. tapi ketentuannya proposal mesti ada 2. sayangnya, setiap mau mikirin judul skripsi (dalam hal ini, proposal) yang baru, pasti adaaaaa aja hal lain yang terlintas di pikiran gue.

yaa gimana ngga. baru ngebaca arti dari Irrevocable Letter of Credit aja pikiran gue udah melanglang buana. tiba tiba terlintas aja gitu statement gagal gombal seperti ini: "aku mau hubungan kita seperti Irrevocable L/C, yang ga bisa dibatalkan oleh salah satu pihak".
#gelenggeleng

atau saat gue ngeliat ada kurva Product Life Cycle yang biasanya gue jumpai di kelas marketing. mungkin sebelumnya kalian udah pernah liat kurva itu, but anyway for you guys who haven't seen it yet, or perhaps just to remind you, here's the Product Life Cycle Curve:

dan beberapa kali saat gue liat kurva ini atau bahkan saat menggambarkannya di kertas jawaban, salah satu sisi di otak gue tiba tiba berpikir "hubungan kita udah sampe mana ya sekarang? hmm, introduction sih udah lewat lah yaa. lagi di growth apa di maturity ya? jangan decline sekarang pleaaasseee"
#gelenggelengsuperkenceng

bahkaaaannn, saat di kelas Teknik Pengambilan Keputusan beberapa waktu yang lalu, saat gue lagi ngitung Standar Deviasi dari suatu.. err.. suatu.. ... let say, perhitungan, sempet aja gitu otak gue di bagian paling ngenes kepikiran kalimat "tingkah laku kamu ke aku itu udah melebihi batas Standar Deviasi! ngga wajar! terlalu banyak yang menyimpang!"
#pfffttt

apalagi pas di kelas manajemen investasi, saat gue belajar soal portofolio saham. "kalo aku perusahaan, aku rela ngejual semua saham aku. asal pembelinya itu kamu... aaa guling guling guling~"
#jedotinkepalakebuku

seperti Sales Contract pada suatu mekanisme L/C yang definisi sebenarnya adalah suatu kontrak perjanjian antara eksportir dan importir terhadap kegiatan perdagangan antara kedua belah pihak dengan syarat dan ketentuan tertentu yang disetujui. and I was like "oh semacam akad nikah ya hmm..."
#muntahdarah

gue juga pernah, saat lagi stuck mencoba mengerti suatu kondisi perekonomian dimana inflasi yang tinggi bisa disebabkan oleh jumlah uang yang beredar (money supply) yang meningkat. "berarti gue sekarang lagi mengalami inflasi. abisnya jumlah rasa suka gue ke dia meningkat siih kyaaaaa"
#KYAAAAAAAAAAA

dan sebenarnya masih banyak lagi pikiran pikiran ngenes bin gagal yang popping up entah dari bagian mana otak gue. yang pasti hal hal ngenes kayak gitu suka keluar aja tiba tiba tanpa ada aba aba. entah gue yang over-creative atau gue yang over-thinking atau gue yang over-ngenes? oke, gue ambil jawaban terakhir, terima kasih.

dan saat gue bener bener coba memikirkan judul baru, yang lain dari proposal skripsi pertama gue, and you know what pops out of my mind? this.
"analisis pengaruh percakapan via messenger terhadap perasaan dan hubungan yang dijalani secara langsung. studi kasus hati saya."

silahkan yang mau muntah.



sedikit info:

L/C (Letter of Credit): perjanjian dari Issuing Bank yang bersifat pasti dan tidak dapat dibatalkan untuk melakukan pembayaran kepada pihak beneficiary atas presentasi dokumen yang sesuai dengan syarat dan kondisi L/C.
Irrevocable L/C: jenis L/C yang tidak dapat diubah atau dibatalkan secara sepihak, mengikat antara issuing bank terhadap beneficiary.
Product Life Cycle: siklus eksistensi suatu produk dalam pasar.
Standar Deviasi: pengukuran penyimpangan terhadap data data yang tersebar.
Saham: tanda kepemilikan suatu perusahaan, terdapat hak suara atas perusahaan (common stock).
Inflasi: peristiwa kenaikan harga secara keseluruhan.
Jumlah uang beredar: keseluruhan uang yang berada di tangan masyarakat.

Wednesday, June 22, 2011

The Happy Fat Lazy Cat 4

Boy, seeing at his combo meal...


"Milk!"


"Food!"


"Pleeeaaassseeee......"

The Happy Fat Lazy Cat 3

Boy, seeing at a 300 ml milk box after scratching his left paw...


*Sniff*


*Sniff*

"It's like...."



"It's like my favourite fresh full cream UHT milk!"

The Happy Fat Lazy Cat 2

Boy, seeing at his delicious Friskies inside the food case...


*Sniff*

"All hail the creator of this yummy munchy."


“Let’s make a deal. You stop taking pictures of me; you pour some of it into my bowl; me, eat.”


Tuesday, June 21, 2011

The Happy Fat Lazy Cat

Boy, seeing at his empty bowl...


"???"

"!!!!!!"


“They must have forgotten to fill it out. They should’ve known, whenever I’m not eating is almost my time to eat.”


“Helloooo can somebody tell me why there are ONLY three little Friskies there in my bowl???”