Wednesday, March 20, 2013

Nyata II

dalam eratnya dekapanmu, aku ini bahagia, dan ingin menangis. siapa aku ini buatmu? seakan tak peduli soal itu, kita terus mendekap satu sama lain. Aku sangat ingin menangis, saat kamu memelukku erat. merasakan kulitmu yang menyentuh kulitku. menghirup baumu, sesaat kau bangun dari tidur siangmu. lelahkah kau, sayang? istirahatlah, aku disini. disampingmu. nyata. aku bukan fantasimu. kali ini. hari ini. entah dimana aku esok hari, tapi aku disini hari ini. nyata. dan dalam dekapanmu, hatiku pecah sedikit. bagaimana nanti? bagaimana esok hari? bagaimana saat aku kembali ke kotaku, meninggalkanmu, kembali menggantungkan rinduku akan kamu, dan kembali memfantasikan kamu. saat pipi kita bersentuhan, saat janggutmu dapat jelas kurasa di pipi kananku. lalu kapan? kapan dapat kurasa sensasi itu lagi? kamu yang selama ini hanya ada dalam otakku, kali ini, hari ini, kamu nyata. nyata. ini kupegang pipimu. kubelai rambutmu. kuhirup wangimu. kudekap erat tubuhmu. sayangku, kenapa kita begini?





Jawaban dari segala doa: Nyata.

Wednesday, February 20, 2013

Satu, Dua, Tiga

Hatinya sakit.

Malam itu kala hujan, ia menangis. Menangis. Meringkuk. Bersujud. Terlentang. Terlungkup. Menangis. Samar-samar suaranya. Dalam diam, ia pun berteriak.

Lalu dia tersenyum. Bicara rindu pada udara, menatap penuh langit-langit jingga di kamarnya. Berharap udara akan menghantarkan rindu bodohnya kepada orang itu. Disana. Jauh disana. Yang entah sedang apa. Atau merasakan apa untuknya. Ah, sudahlah.

Rindu yang kalap. Dia adalah pecandu rindu yang bodoh.

Pelukmu, candu untukku. Tubuhmu, rindu terbesarku. Bersamamu, khayalan tertinggiku.Bidadari Rejected (@adelladellaide)

Dia itu bodoh.

Petir menjadi gelegaran tawa yang ia sangat rindu. Rintik hujan seperti suara nafas yang terhembus jelas di microphone ear-set, yang kala itu ia dengar hampir tiap malam. Udara dingin kala itu, bagai fantasi tatkala pria itu memeluknya. Mencium jauh pipinya, dari seberang sana. Dan hembusan lembut angin hujan, bagai suara manja yang sering ia dengar dari telepon. Bodoh, ia gadis bodoh.

Baginya, dia adalah jawaban segala doa.

Tersenyum, lalu air mata itu terjatuh. Satu, dua, tiga.

Kenapa harus dia?


Yeah for you I'll try, I'll try, I'll try, I'll tryI'll pick up these broken pieces 'til I'm bleedingIf that'll make you mine
Bruno Mars - It Will Rain 


Tapi apa? Dia melangkah pergi, meninggalkan dia terlungkup, terjatuh, tersungkur... sendiri. 

Monday, February 04, 2013

Rindu tapi Ironi

Aku ini merindu.
Sama kamu. 
Entah sudah berapa rindu. 
Pokoknya aku rindu. 

Dan pada jarak yang memisahkan, aku makin rindu. 
Pada kesibukan yang meniadakan waktu, aku pasti rindu. 
Terhadap waktu yang saru, oh aku rindu.
Diantara kotamu dan kotaku, dimana harus kuletakkan rinduku padamu?

Adakah rindu yang kau rasakan untukku, sayang?

Ketika memelukmu hanya dalam fantasi.
Menciummu juga hanya fantasi.
Walau hanya berada di sampingmu, itu fantasi.

Rinduku hanyalah sepiring penuh ironi.


Monday, December 31, 2012

Boy adalah Kucing yang Punya Banyak Kesibukan

Boy. Seekor kucing pejantan tampan ras anggora berwarna hitam-putih, berumur 3 tahun (dan akan segera berumur 4 tahun pada 2013), adalah kucing yang punya banyak kesibukan.

Tampang si Boy, kecapean karena terlalu sibuk.


Di pagi hari, jam 6 pagi, dia bertugas membangunkan majikannya, lalu minta makan.

Jam 7 pagi, saatnya dia minum susu.

Jam 8 pagi, setelah dia melahap kudapannya, dia harus menjaga teritorial kekuasaanya dengan berjaga-jaga di depan pagar rumah.

Selain berjaga-jaga, dia juga harus pipisin beberapa tembok, pagar, dan ban mobil untuk memperluas wilayahnya.

Apabila ada pejantan lewat, diharuskan melapor padanya.

Apabila ada anak kucing lewat, maka harus bermain dengannya.

Apabila ada betina lewat, maka........................ :3

Jam 10 pagi Boy pulang dari kegiatannya menjadi satpam bagi areanya sendiri. Lalu melahap kudapan, minum susu, dan minum air putih se-gayung. Maksudnya, air yang disediain pake gayung. Boy gamau minum air putih yang disiapin di mangkoknya. Boy harus minum air dari gayung. Setelah minum, lalu ia bersantai-santai di halaman belakang.

Kemudian, pada jam 11, Boy akan tidur siang.

Pada jam 12 atau jam 1, ia akan pindah ke kamar mama, atau ke kamar kak Aldi, atau ke kamar kak Rama untuk melanjutkan tidur siangnya di kasur.

Bobo di kamar mama.

Bobo di kamar kakak.


Jam 3 ia bangun, lalu makan siang dan minum susu. Lalu tidur lagi.

Sejam kemudian ia akan bangun, lalu bersantai-santai di teras depan atau di halaman belakang. Apabila cuaca panas, ia akan tidur lagi. Bila mendung, ia bermain sebentar.

Si Boy, bersantai-santai di teras depan sambil tetap memantau.


Jam 5 ia keluar lagi. Eek, pipis, main, jaga wilayah, pipisin tembok atau pagar, dan berjaga jaga lagi sampai jam 6.

Kadang Boy harus ke genteng, memastikan tidak ada pembelot yang merusak area kekuasaannya.

Jam 7 waktunya kudapan dan berkumpul dengan majikannya. Jika ada cicak, Boy akan mengejar dan memakannya. Bila majikannya membeli martabak keju ia pasti minta dan melahap satu potong martabak yang kejunya paling banyak. Boy suka keju. Apalagi martabak keju.

Boy, manja, makannya minta disuapin.


Jam 10 ia siap-siap tidur dan minta dikelonin sama majikannya lagi. 

Begitulah keseharian Boy si kucing. Sangat sibuk.

Boy si kucing tampan :3

Wednesday, December 19, 2012

Damn You

again,
to afraid to start.
to scared to fall. 
to hurt to be broken.
that's how I do. 
that's about you.
I could lose you, 
though I don't want to.
but that's how I do, 
though I could lose you.
and if I already am,
if I already lose you,
please tell me,
tell me,
tell me what this feeling is about.
cos I miss you.
through the night I think of you.
and the day I wish I had chats with you.
all the moments with you.
and the virtual insanity.
and the songs.
and your singing.
and your morning calls.
and the spirit.

damn you.
I miss you.