Why waste money on psychotherapy when you can listen to the B Minor Mass? Anonymous
Lo tau kan, lagunya David Guetta yang berjudul Night of Your Life (feat Jennifer Hudson)? Coba cek link ini biar lo bisa denger langsung lagunya bagi lo yang ga tau. Nah, seorang teman pernah bilang gini saat dia denger gue memainkan dan menyanyikan lagu itu: "fan, lo kan berjilbab kok sukanya lagu-lagu kayak gini sih?"
"...lo kan berjilbab..." "...lagu-lagu kayak gini..."
Oke, gue memang berjilbab and that already been more than a year I'm turning hijjabed. But that doesn't seem to change the way I like music. I listen to every music on the radio, I listen to every music everywhere I can find it. I listen to pop, I listen to rock. I dance the beats. I know jazz, bossanova, swing, country, soul, rhythm and blues, ballads, rap, metal and scream (even sometimes I just can't get the meaning of the scream) and other kinds of music. Gue bahkan kadang denger keroncong, sinden, atau bahkan lagu-lagu rohani dan rebanaan, walaupun jujur, ga sesering gue menderngar beberapa lagu yang gue paling suka. Dan kalo karokean sama temen-temen gue, sudah pasti ada lagu dangdut yang kita nyanyiin.
Beberapa temen gue yang K-Popers juga nularin ke-K-Pop-annya ke gue dan gue jadi tau beberapa lagu bossanova ala Korea (coba cek kesini dan denger deh) dan beberapa lagu upbeats even slow dari Korea. J-Pop juga gue tau, walaupun ga banyak sih. L'arc en Ciel contohnya, yang udah sukses menggelar konser mereka di Jakarta beberapa bulan yang lalu. Atau Japanese female singer favorit gue, Utada Hikaru. Dan jangan salah, walaupun lagu India itu panjang dan rasanya ga kelar-kelar dengerin satu lagu, gue masih dengerin. Apalagi lagu-lagu Pop Indonesia ya kaaann.
Dan mau itu lagu lama, lagu baru, gue dengerin. Gue suka. I listen to Air Supply, The Beatles, Bee Gees, Phil Collins, Firehouse, Mr Big, Bad English, Bon Jovi, Daniel Sahuleka, Sting and other. Gue tau Broery Marantika, Yuni Sara jaman dulu, Koes Plus, Chrisye (my all time favourite) atau lainnya. Bahkan gue ngerti house music tahun bokap nyokap gue masih muda dulu. Musik koplo pun gue tau.
Jadi kenapaaaaa kalo gue suka David Guetta? Atau kalo gue suka Dev, Far East Movement, Alexandra Burke atau lainnya yang musiknya setipe mereka? Just like my close friend said '...cos basically we love music". Bukan karena gue berjilbab dan lantas gue harus selalu denger lagu-lagu rohani atau rebanaan terus kan? Come on, the world is wide, man! If it doesn't fit your mind then you gotta widen it a bit.
Kalo ngomongin musik Indonesia, gue sangat sangat sangat pemilih. Alasannya bukan karena gue ngga menghargai musikalitas mereka dan keterampilan mereka main musik, bukan. Tapi pernah, waktu itu gue lagi denger satu lagu di radio, pas denger intronya, gue langsung volume up radio gue, ambil napas, dan siap menyanyikan 'well when you go~ don't even think I'll make you turn to stay~' milik My Chemical Romance. Eeeehh lo tau, itu ternyata lagu milik band Indonesia yang menjiplak (atau entah apa kata yang lebih sopannya lagi) band asal US itu. Dan barusan hari ini, dimana gue udah mau nyanyi 'in my place~ in my place~' eeh taunya itu punya band A*mada yang menjiplak intronya Coldplay! And I was like shocked, mouth opened like WHAT?!
I listen to every music. But I choose which music I love. Don't doubt my music, dude, because they're cool just like me ;)
Dan ini adalah satu lagu yang lagi gue sukaaa banget. Udah lumayan lama sih, jaman awal SMA. Coba deh denger dulu, baru komentar :)
Maybe Tomorrow - Stereophonics
I look around at a beautiful life
Been the upperside of down
Been the inside of out
But we breathe
We breathe
Everyday I'm shufflin~~
check out my tumblr: PASSIONATTA for more music :)
Nama : Diofany Hervilita
NIM : 200811026
Hobi : Mengaplikasikan Sistem Kebut Semalam setiap belajar buat ujian
Yap. Persis seperti kemarin malam. Gue baru ada niatan buat belajar sekitar jam 4 sore dan itupun gak langsung duduk diem atau ngelesehan di karpet dengan kertas dan materi yang stand by di laptop. Biasa sih, memang gue biasanya begitu. Dasar pemalas :S
Semalam adalah aktivitas belajar gue menjelang UAS untuk yang terakhir kalinya sebagai mahasiswa di Indonesia Banking School. Karena memang masih ada satu mata kuliah lagi yang mau gue cuci nilainya ehehe. At least segala kertas bekas slide dan fotokopian yang masih gue simpen dengan niat me-reuse kertas itu jadi terealisasi. Ya paling ngga kertas-kertas bekas itu masih ada fungsinya kan, buat bikin catetan dan belajar, selain buat tatakan kalo makan nasi bungkus, lap meja kalo ada tumpahan air, gambar-gambar ga jelas (mostly gambar muka kucing. tapi keseringan gambar muka kucing gagal sih), tutupan kompor listrik, bikin kerajinan tangan, dan bungkus pembalut bekas (oke this is just to be honest. well at least they're worth it and I reuse them).
catatan terakhir gue menuju uas terakhir
*drama*
Gue, atau mungkin kalian juga, pasti bakal kangen sama cara belajar gue ini. Gue biasa belajar mulai sore sampe malem banget. Gak sampe pagi sih, paling lama gue belajar cuma sampe jam 2 pagi (ya tetep aja kan itu pagi fan -_-) dan metode yang gue pake adalah laptop mantengin slide (atau buku) terus siapin kertas bekas yang belakangnya masih kosong (kadang kalo ada coretan dikit pun gue hapus atau tip ex saking go green nya *atau mungkin gue pelit?*) nah kertas itu dilipet dua memanjang, tulis Bismillahirrohmanirrohim di paling atas kertas, judul chapter atau materi di samping kiri, terus baru deh gue menulis apa yang gue baca. Dengan begini, itu kertas bisa gue bawa tidur sambil baca. Coba lo bayangin kalo belajar dari slide pake laptop. Mau bawa-bawa laptop terus baca slide sambil tiduran? Selain ribet dan kemungkinan laptop jatoh, tangan lo juga jadi keram dan kesemutan deh.
Belajar sampe malem pagi dengan sistem kebut semalam, kamar yang ga pernah diberesin kalo udah masuk minggu ujian, me-reuse kertas bekas jadi catetan materi UAS, baca materi yang udah dicatet sambil tidur (walau ga pernah sampe ketiduran), sampe kampus kertas catetan laris manis dipinjem rekan sejawat (ehehe), kaki yang sering keram dan kesemutan karena dilipet sila mulu, tiba-tiba lupa naro penghapus dan heboh nyariin sampe kolong lemari (taunya ada dibawah kertas), lepas kacamata sebentar terus heboh nyariin kacamata sampe ke kamar mandi (padahal ditaro diatas laptop), dan sebagainya dan sebagainya...
#MahasiswaMoments
Mahasiswa. Sekejam apapun dosen ngasih cobaan, sekejam apapun peraturan ditegakkan, tetep, ga ada yang bisa menandingi akal mahasiswa.
Yaiyalah. Cabut dan titip absen, misalnya. Atau permisi keluar kelas dengan alasan ke toilet tapi ga balik-balik sampe kelas selesai (tapi tidak lupa sebelumnya udah isi absen sampe full). Atau tidur dengan anteng dipojokan waktu dosen ngajar. Atau siapin contekan rumus dibalik kalkulator. Ujian open book dan pake buku sendiri tapi masih tetep bisa minjem kanan-kiri bagi yang ga punya buku. Belum siap presentasi tapi ngaku ke dosen flashdisk ilang dan komputer kena virus terus dokumen ilang. Atau materi presentasi dibawa temen dan temennya ga masuk. Ngakalin satpam yang suka ngawasin mahasiswa pake jeans (karena di kampus gue ga boleh pake jeans). Melanggar aturan harus pake sepatu tapi malah pake sepatu sendal. Ditambah lagi ngakalin semua pihak regulator kampus dengan membawa kartu dan main kartu di kelas. (err, ini lagi ngomongin gue ya? -..-)
Ealah, gue kan seminar hasil aja belom yak, kok udah mellow mellow sendu gini sih ngomongin kuliahan? -____-
It's to see you laying down upon the bed, with your glasses on and a book you just read on your chest, while your mind been wandering ahead, to a place I don't know where, dream about anything.
It's to find you sleeping soundly. And I put your glasses off, put the book on your chest away to the desk, cover you with the blanket, and perhaps, kiss you on the forehead.
It's to turn off the lamp. Then turn only one small light to accompany us to sleep. Have you on my side and then I pray for us.
It's to see you the first thing in the morning. Tell God how much I'm thankful for waking up first then wake you up and tell you to pray. Tell you to be my imam.
It's not a 'good morning', no. Because a 'let's pray' is thousand times more wonderful to say to you every morning.
It's to cook you breakfast. Prepare your office outfit. Choose a tie to suit the colour of your today's outfit, your shoes and socks, and stuff needed so you won't left a single thing necessary.
It's to greet you as you're home. Smile at you just to enlighten you for the day you spent at your workplace. To cook you dinner, and have you tell all the activities you're through. To laugh, to comfort, to be with you.
You've been on my mind I grow fonder every day, Lose myself in time Just thinking of your face God only knows Why it's taken me so long To let my doubts go You're the only one that I want
Adele - One and Only
Writing this, took a whole lot of time to gather pieces of ideas to write. Not that I didn't have that idea, but the ideas were too much, and it was all because of you...
Am I doubt?
A little. Past experience wont let myself stay the same. Am I insecure?
Perhaps. The world's never been that secure for anyone in every aspect, I suppose. Am I hoping?
Yes, of course. I always have these prayers all my life. Am I happy?
Never been this happier. Oh it's you, make me happy. :)
If I were an iceberg, half of the ice of mine already been melted down in response of your warm touch.
Don't leave. Don't do me like other guys did.
savage garden - I knew I loved you
I know that it might sound more than a little crazy but I believe I knew I loved you before I met you I think I dreamed you into life I knew I loved you before I met you I have been waiting all my life