Sunday, February 05, 2012

Y = C + S

Hello there.

You know, if you took a Social study on your High School, you would absolutely notice about this simple economics pattern:


where:
Y stands for your Income, C is for Consumption and S is for Savings.

And as we--or probably you who are studying economics--know that economics assumes so damn much, so here I will assume that Y is the amount of money I earn from my dad every month (I will not jot the amount here, uh oh. No.) and C is the amount of consumption I will spend every month; whereas S is... umm... is... ....

S stands for...

uhh...

Okay. I don't save money. There I said that italic.

Well literally I did save money. But my savings go easily for a branded shoes or a branded bag or a branded clothes. On a sale. Like end year sale or you know... sale sale. Because if I bought those stuff on normal price, well, it's just so not economy. You know, spend small - get big, sacrifice a few - earn more. That is the tagline of economics. So basically, that branded bag--even if it's on a sale--makes me have nothing to save.

Economics also taught me about scarcity. Scarcity is a basic economy problem where what you want and what you need is limited to the resources.


The first lesson of economics is scarcity: There is never enough of anything to satisfy all those who want it

Thomas Sowell


Thus, I realise I always have this one limit that I certainly meet every time I'm on a sale. A budget constraint.

A budget constraint means I'm in a short position. For example like when I went to a shopping centre with a shopping mate of mine (oh yea, with this post I wrote and you are currently reading, I am apparently showing you that... well... I kinda have that shopaholic soul. Kinda. Like a bit of it. Not like I'm a shopaholic shopaholic but I'm just a sort of it. Whatever.) I intended to buy those two things. But in the end I came home with only one stuff just because I couldn't afford those two prices at the same time. I came home with a grin and a sigh.

Sigh.

And for me, I am now proudly assuming that S in that pattern I showed you above stands for SALE!

Yeeaaahhh!! I made my own economics pattern! Yeaaaahhh how cool is that, huh??!! (OK I get it. I'm so lame.)

So, here, lemme explain to you a brand new pattern of economics for a shopaholic shopaholic:



Where:
Y = the money you get from your dad
C = bucks (or in this case, Rupiah) spent for every day meals as you're away from home (ngekos)
and...
S = Shopping or simply, SALE!!!

And please do note that this pattern only available to students.


Yeaahhh!! How cool is that, huh?!! \m/


Yea I'm feeling over-lame. Don't you dare stare at me like I'm the poorest and the lamest and the most over-ngenes lady in the entire world, okay.



Why am I even doing this economics-related post? I believe this is the side effect that I'm going to write my very own final thesis. And umm... I don't know. The idea of writing such a post just crossed my mind like... BUZZ! and I write this quite smooth. And I really want to deliver some value to my readers, not only a story of mine. So... I hope you'd enjoy. Hehe :D

Wednesday, February 01, 2012

Ketikkan Rindu

Andai bisa kuketikkan semua rasaku yg terhimpit ini tentang kamu, dengan jemariku yang menari molek diatas barisan papan alfabet ini. Maka yang ingin kusampaikan hanya satu: kata rindu.

Monday, January 30, 2012

Kotak, Putih, Besar, Ajaib!

Halo. Aku Boy Sitampan. Udah pada tau doong? Aku adalah kucing anggora jantan yang paling ganteng se-RT.

Di rumah, aku punya satu benda ajaib. bentuknya kotak, tinggi. Warnanya putih dan guedeeee banget. Berkali-kali lipat gedenya dibanding aku. Bukaan, bukaan, itu bukan kotak berjalan (kotak berjalan = mobil).

Tapi ini adalah kotak ajaib. Masa, setiap kotak itu dibuka sama kakak atau mamah aku, bisa keluar susu, keju, ayam, sosis, ikan, dan kue kue enak lainnya. Ajaib kan?? Setiap aku mau minta susu sama kakak, aku tinggal tunggu aja depan kotak itu. Terus kakak bukain deh kotaknya. Keluar deh sekaleng susu bear brand kesukaan aku. Yuummm!

Terus pas aku lagi nemenin kakak di dapur, aku sering liat kakak mondar mandir ke kotak itu. Dibuka, terus keluar deh ikan, ayam, sosis...... aduuhh aku jadi pengen makan ikan.

Aku kan suka penasaran, ada siapa sih di dalem kotak ajaib itu? Kok dia bisa ya masuk kesitu dan sediain segala macem makanan enak? Jadi, aku masuklah ke dalem kotak itu pas kakak lupa tutup pintunya. Ternyata ga ada siapa siapa loh! Tapi ada banyak makanan dan kue enak. Ajaib!

Disitu ga enak. Sempit dan dingin. Walaupun wanginya sedap karena ada ikan, tapi tetep aja aku ga suka masuk ke kotak itu. Tapi aku tetep suka sama kotak itu. Abisnya setiap dibuka, ada susu, ada keju, ada kue..... ah aku jadi pengen makan keju lagi.

Ini adalah bukti tanda kebesaran Tuhan. Dengan adanya kotak ajaib, aku selalu dapet susu dan keju.
Dan ikan.
Ayam.
Sosis.
Kue kue enak.........

Wednesday, January 25, 2012

Secuil Rasa Rindu

Getaran dihatiku
Yang lama haus akan belaianmu
Seperti saat dulu~
Agnes Monica - Rindu

Um. Yea. Things have changed in times, they can never be the same. And that is why how I miss old times, old moments, old feelings, where it's just us. Us, without anyone, anything else around.

I miss that moment when you went home and I ran to you, begging for you to ride the car while I'm sleeping in the back seat. And yea I do still remember how I enjoyed Wendy's extra large Frosty with you, until you finally gave it all for me to enjoy. Yea I remember, I remember I had this kind of childy imagination like riding your back and imagining that your body was a horse and I was on it.

I miss your elbow. I like that rough elbow. You know how much I'm obsessed with elbows that I stroke my own elbow every night to sleep.

I miss that moment when I hold onto you, hug you, playing around with you. Taking you to the play-land and begging you to come along playing with me. I cant even remember when was the last time you ever hug me, I ever hug you--I don't know when. I forgot.

How can I ever tell you that I love you so much that I don't--I never--want to share you with anyone, anything, anywhere, other than God, me, you, and our little family,

Dad?

If I could get another chance
Another walk
Another dance with him
I'd play a song that would never ever end
How I'd love love love
To dance with my father again
Luther Vandross - Dance with My Father


p.s: don't get this post wrong. dad's still alive.

Monday, January 23, 2012

over-creative? over-thinking? atau... over-ngenes?

hai.
nama gue Diofany Hervilita. panggil aja Fany. walaupun beberapa orang memanggil gue dengan nama nama kesayangan mereka seperti nak, kakak, diop, funi, mak, bahkan dugong (?!!!!) but anyway. just call me fany.

do i really need to state all that statement anyway??!

gue adalah mahasiswa semester 8 sekolah (ya, sekolah. bukan universitas) ekonomi perbankan yang masih belum ada niatan untuk mikirin skripsi. padahal deadline nya pertengahan februari untuk ngumpulin proposal. sebenernya ada siih, satu proposal yang udah di acc hasil kuliah metolit di semester 6 lalu. tapi ketentuannya proposal mesti ada 2. sayangnya, setiap mau mikirin judul skripsi (dalam hal ini, proposal) yang baru, pasti adaaaaa aja hal lain yang terlintas di pikiran gue.

yaa gimana ngga. baru ngebaca arti dari Irrevocable Letter of Credit aja pikiran gue udah melanglang buana. tiba tiba terlintas aja gitu statement gagal gombal seperti ini: "aku mau hubungan kita seperti Irrevocable L/C, yang ga bisa dibatalkan oleh salah satu pihak".
#gelenggeleng

atau saat gue ngeliat ada kurva Product Life Cycle yang biasanya gue jumpai di kelas marketing. mungkin sebelumnya kalian udah pernah liat kurva itu, but anyway for you guys who haven't seen it yet, or perhaps just to remind you, here's the Product Life Cycle Curve:

dan beberapa kali saat gue liat kurva ini atau bahkan saat menggambarkannya di kertas jawaban, salah satu sisi di otak gue tiba tiba berpikir "hubungan kita udah sampe mana ya sekarang? hmm, introduction sih udah lewat lah yaa. lagi di growth apa di maturity ya? jangan decline sekarang pleaaasseee"
#gelenggelengsuperkenceng

bahkaaaannn, saat di kelas Teknik Pengambilan Keputusan beberapa waktu yang lalu, saat gue lagi ngitung Standar Deviasi dari suatu.. err.. suatu.. ... let say, perhitungan, sempet aja gitu otak gue di bagian paling ngenes kepikiran kalimat "tingkah laku kamu ke aku itu udah melebihi batas Standar Deviasi! ngga wajar! terlalu banyak yang menyimpang!"
#pfffttt

apalagi pas di kelas manajemen investasi, saat gue belajar soal portofolio saham. "kalo aku perusahaan, aku rela ngejual semua saham aku. asal pembelinya itu kamu... aaa guling guling guling~"
#jedotinkepalakebuku

seperti Sales Contract pada suatu mekanisme L/C yang definisi sebenarnya adalah suatu kontrak perjanjian antara eksportir dan importir terhadap kegiatan perdagangan antara kedua belah pihak dengan syarat dan ketentuan tertentu yang disetujui. and I was like "oh semacam akad nikah ya hmm..."
#muntahdarah

gue juga pernah, saat lagi stuck mencoba mengerti suatu kondisi perekonomian dimana inflasi yang tinggi bisa disebabkan oleh jumlah uang yang beredar (money supply) yang meningkat. "berarti gue sekarang lagi mengalami inflasi. abisnya jumlah rasa suka gue ke dia meningkat siih kyaaaaa"
#KYAAAAAAAAAAA

dan sebenarnya masih banyak lagi pikiran pikiran ngenes bin gagal yang popping up entah dari bagian mana otak gue. yang pasti hal hal ngenes kayak gitu suka keluar aja tiba tiba tanpa ada aba aba. entah gue yang over-creative atau gue yang over-thinking atau gue yang over-ngenes? oke, gue ambil jawaban terakhir, terima kasih.

dan saat gue bener bener coba memikirkan judul baru, yang lain dari proposal skripsi pertama gue, and you know what pops out of my mind? this.
"analisis pengaruh percakapan via messenger terhadap perasaan dan hubungan yang dijalani secara langsung. studi kasus hati saya."

silahkan yang mau muntah.



sedikit info:

L/C (Letter of Credit): perjanjian dari Issuing Bank yang bersifat pasti dan tidak dapat dibatalkan untuk melakukan pembayaran kepada pihak beneficiary atas presentasi dokumen yang sesuai dengan syarat dan kondisi L/C.
Irrevocable L/C: jenis L/C yang tidak dapat diubah atau dibatalkan secara sepihak, mengikat antara issuing bank terhadap beneficiary.
Product Life Cycle: siklus eksistensi suatu produk dalam pasar.
Standar Deviasi: pengukuran penyimpangan terhadap data data yang tersebar.
Saham: tanda kepemilikan suatu perusahaan, terdapat hak suara atas perusahaan (common stock).
Inflasi: peristiwa kenaikan harga secara keseluruhan.
Jumlah uang beredar: keseluruhan uang yang berada di tangan masyarakat.