Sunday, January 01, 2012

Letter to Best Friends

Masih di satu Januari, dua ribu dua belas.
Duduk dengan pantat sedikit tepos di mobil, jam setengah satu malam, di jalan dari Serang menuju Jakarta Bekasi.

Berkelebat pikiran-pikiran tentang 2011 di kepala gue. Tentang teman, sahabat, pacar *glek*, gebetan baru... sampai ahirnya gue mengirimkan rangkaian kata sok manis ini kepada 2 sahabat cewek gue, dan satu sobi cowok gue yang selalu ada saat gue butuh.

Dalam Islam, sahabat diuji dalam 3 perkara:
  1. Saat ia berada "di belakang" sahabatnya
  2. Saat sahabatnya membutuhkan dia
  3. Saat sahabatnya sudah meninggal


Dan inilah rangkaian kata yang sok manis dan menimbulkan unyu moment itu...

For you, guys: Fajar (@FajarNuralam90, been friends ever since JHS), Diara (@diaramadian) and Hanny (@hannyrufaida)

"Mungkin tahun ini kita ga tahun baruan sama calon lifetime partner kita, sob, mungkin baru tahun depan kita bakal tahun baruan sama lifetime partner kita masing-masig. Jangan takut, we worth waiting for the best Allah had prepared to us even before we were born. You girls (You, masbro) are the answer to my prayer when I asked Allah for best friends. I really wish us to last in 2012 and forever. I love you besties *hugs*"

"Seriously, this is the most romantic love letter I ever made and SENT! Ahahahaha *hugs*

Dan inilah salah satu wish gue di tahun 2012 (have a lasting friendship) diantara wishes gue yang lain. Yang salah satunya... punya pacar. LOL!!!!


Here are some conversation with the girls (with Fajar via BBM which sadly didn't delivered). Unfortunately, Screen Grabber don't work on What'sApp so I capture the conversation using my brother's phone.









Barenaked Thoughts

Satu Januari, dua ribu dua belas.
Duduk dengan pantat sedikit tepos di mobil, jam setengah satu malam, di jalan dari Serang menuju Jakarta Bekasi.


All of a sudden, these thoughts about what was going on during 2011 runthrough my mind. Something got to end and something got to start. Just like a relationship *ups*--any kinds of relationship.

To be true, it ended up in the mid 2010. But the hatred, the broken feelings still continued until it was already hit 2011. That kind of stuff drove me out of my mind. I smoke cigars (yea I did. Marlboro Black Menthol or Dunhill Menthol Light were greats options. But most of all, Sampoerna Flava was the best) for approximately 6 months. I got bad grades on two of my subjects on the 4th semester. Briefly, I wasn't really being myself at that hard moment.

Anyway. Something had to start over again, right? So with all my brave heart, I left all those stuff. On April 2011, I became a true muslimah. I started to wear hijab. By that time, I cured my aching heart and healed my broken feelings. I was trying to move on.

And here I am now. ALREADY MOVED ON.
there I state. bold and capital.

And yup, 2011. Gave me many new friends, new experiences. New crush *blushing*. Guess that what I call "the end is the new begin".

About that mister-super-busy crush... off the record :p

Tuesday, December 27, 2011

si sibuk

kemana lo?
saat gue butuh lo hanya untuk membaca curhatan kekesalan gue.
lo kemana?
sibuk?
terlalu sibuk sampe ga sempet melirik ke gadget dan membaca curhatan gue?

tapi kan...
selama ini gue berusaha buat selalu ada saat lo butuh untuk diberi saran, diberi masukan.
dan gue berusaha selalu kasih lo saran saran yang... ah.

sudahlah.

pada akhirnya gue yang harus selalu ngerti, selalu ngalah.
lo terlalu sibuk dan mungkin akan selalu terlalu sibuk.

doa gue cuma satu sih, semoga lo selalu inget gue gue terlintas di pikiran lo walau hanya sekali.




dan di akhir kata, harusnya gue sadar, gue...

emang gue siapanya elo yang harus diperhatiin pesan-pesan messenger tentang curhatannya?
ya ga?
ya kan...


Monday, December 26, 2011

Youth and Organisations

This is the second post I made to join the Lomba DPD from http://lomba.dpd.go.id/?s=102 :)
I intentionally try to make this in (hopefully a proper and good) English. ;)


If I ever been a representative of DPD RI, I would encourage and embolden the youth of Indonesia to become the youth of the world, and dare to make changes, both to Indonesia and to the universe. The first mission came up to this idea is to ensure the youth participating in kinds of organisations and events, and showing themselves as they are.

Why do they need to participate in kinds of organisations and events? As far as i concern, organisations is the place where they can build networks, develop their skills and, as I believe, the perfect place to run from their daily life. By doing voluntary acts from the organisations they are working for, they have themselves safe and keep away from such negative things such as consuming drugs, join to a gangster or whatsoever. Youth, as I do, often feel bored to such repetitive activities and routines: home - to school (or campus) and spend the rest of the day at school - to tutoring class - to home and do the home works and tasks. It might sound so boring, and yes, that is boring. So, joining and working for and organisations, I’d say, is a perfect runaway.

Moreover, the organisation will provide members, whom to them are their networks. Life is not alone, the youth will need help from many hands and they can always ask and find the helping hands they need from these friends. These friends will also develop their skill to communicate, to persuade and to lead a group of people. This stuff basically will be needed for their future.

So, to encourage and to embolden them to join kinds of organisations, I, as the representative of DPD RI, will also encourage any students organisations to stand and do stuff needed to meet the vision. Starting from schools, for example, I will try to encourage students to join organisations such as OSIS, any extracurricular like Paskibra, Rohis, PMR, etc., and also do the same for the universities.

The youth also need to show themselves as they are by being themselves. And why do they need to be themselves? So the world is not full by fake people. Once they true to themselves, they’ll be true to the world.

So, the vision from this youth and organisations stuff is to let the youth be the agent of the change to a better Indonesia, and to a better world.

Sunday, December 25, 2011

Beasiswa Tepat Sasaran

I made this post in order to join the Lomba Blog from http://lomba.dpd.go.id/?s=102 :)
So here's my post, juries :)


Pemerataan pendidikan itu bukanlah hal yang mudah. Namun, lebih baik mengeluarkan tindakan untuk berusaha meratakan pendidikan di Indonesia daripada kalimat tersebut hanya tertuang dalam bentuk teori saja, tanpa ada tindakan riil untuk menyatakannya. Apabila saya menjadi anggota DPD RI, maka saya akan berusaha meratakan pendidikan untuk memajukan pembangunan ekonomi sekaligus pembangunan nasional Indonesia melalui pemberian beasiswa tepat sasaran.

Mengapa pemberian beasiswa? Banyaknya sumber daya manusia yang cerdas namun tidak mendapat pembiayaan atau tidak dapat membiayai dirinya sendiri untuk mengenyam pendidikan tingkat lanjut adalah alasan pertama perlunya diadakan pemberian beasiswa. Seperti yang kita ketahui bahwa banyak warga kurang mampu yang membutuhkan dana untuk pendidikan tingkat lanjut di Indonesia. Pendidikan tingkat lanjut itu sendiri sangat diperlukan untuk membentuk karakter sumber daya manusia yang cerdas, layak untuk ikut serta dalam kehidupan masyarakat global, memiliki daya saing, dan secara langsung dapat mengangkat martabat negara sekaligus menghapus stereotype sumber daya manusia Indonesia yang bodoh dan tertinggal.

Saya, apabila saya adalah anggota DPD RI, percaya, bahwa untuk memajukan Pembangunan Ekonomi, yang kemudian akan berimplikasi pada pembangunan nasional, hal yang harus pertama dilakukan adalah memperbaiki mutu sumber daya manusia melalui pendidikan. Karena dalam suatu pembangunan nasional, terdapat orang-orang sebagai sumber daya manusia, sebagai mesin utama yang menjalankan misi dari pembangunan ekonomi yang kemudian akan berimbas pada misi pembangunan nasional tersebut. Oleh sebab itu, pemberian beasiswa ini diharapkan dapat menyuntik semangat pemuda-pemuda Indonesia untuk mengenyam pendidikan lebih lanjut.

Kemudian, misi tersebut direalisasikam dengan benar-benar memilih calon-calon penerima beasiswa agar beasiswa yang akan diberikan tepat sasaran dan tepat guna. Beasiswa itu sendiri adalah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangann yang bertujuan untuk digunakan demi kelangsungan pendidikan yang ditempuh. Sangat tidak sejalan apabila beasiswa tersebut jatuh kepada siswa/mahasiswa yang salah. Beasiswa tersebut akan saya tujukan kepada anak-anak dari keluarga miskin, yang hidup di pinggiran kota Jakarta dengan rumah seadanya. Saya juga akan memusatkan pemberian beasiswa tersebut kepada anak-anak jalanan dan anak-anak yang putus sekolah sehingga mereka dapat kembali sekolah dan melanjutkan sekolah mereka.

Pemberian beasiswa tepat sasaran ini bukanlah hal yang mudah bagi seorang anggota DPD RI, karena faktanya, institusi pendidikan yang notabene tempat untuk menyalurkan beasiswa tersebut pun belum dapat merealisasikan beasiswa tepat sasaran. Namun, dengan menjadi anggota DPD RI, saya mempunyai tanggung jawab dan tekad yang kuat untuk menjalankan misi ini dan merealisasikan visi saya dikemudian hari.

Jadi, pemberian beasiswa tepat sasaran akan menjadi misi saya yang paling pertama untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di Indonesia, pembangunan ekonomi serta pembangunan nasional.